Tips Memilih Foto Wedding & Prewedding yang Tepat
Memilih jenis foto yang tepat untuk pernikahan Anda sangat penting. Foto wedding dan prewedding memiliki fungsi, gaya, dan konsep yang berbeda. Mengetahui perbedaannya akan membantu Anda merencanakan momen tak terlupakan.
1. Waktu Pengambilan
Prewedding: dilakukan sebelum hari pernikahan, biasanya 1–3 bulan sebelumnya.
Wedding: diambil pada hari H, mencakup persiapan, akad, dan resepsi.
2. Tujuan Utama
Prewedding: menampilkan kisah cinta dan konsep visual pasangan.
Wedding: mendokumentasikan momen sakral dan emosional pernikahan.
3. Konsep dan Gaya
Prewedding: fleksibel dan kreatif—casual, formal, outdoor, hingga tematik.
Wedding: natural dan mengikuti alur acara secara real time.
4. Lokasi Pemotretan
Prewedding: studio, pantai, gunung, taman, rumah, atau luar kota.
Wedding: venue resmi seperti gedung, hotel, rumah, masjid, atau gereja.
5. Durasi Pengambilan
Prewedding: 2–6 jam sesuai konsep dan lokasi.
Wedding: mengikuti rundown dari persiapan hingga acara selesai.
6. Wardrobe & Makeup
Prewedding: bisa berganti outfit dan gaya makeup.
Wedding: busana adat atau gaun resmi dengan makeup fokus hari H.
7. Hasil Akhir
Prewedding:
- Foto artistik
- Album prewedding
- Poster / cetak dekorasi
- Video teaser
Wedding:
- Dokumentasi lengkap hari H
- Highlight wedding
- Cinematic wedding video
- Same Day Edit (SDE)
- Album & frame keluarga
Kesimpulan
Prewedding bersifat kreatif untuk mengekspresikan cerita cinta, sementara wedding photography mendokumentasikan momen sakral yang tidak terulang. Kombinasi keduanya menghasilkan kenangan pernikahan yang utuh.
Gunawan Satyakusuma
📍 Bandung | Photographer • Videographer • Drone Pilot
Wedding • Event • Company Profile • Drone Cinematic
📲 Konsultasi via WhatsAppLokasi kami dapat Anda temukan melalui peta Google Maps berikut:
No comments:
Post a Comment